Puisi untuk kawan
Nasib
si Cacat
Hias usang melekati derak makna
Tersirat dari alaf waktu lataf
bercerita
Kasta strata social dalam efek mimpi
Diam
!!!! simaklah !!!
Dia hanya bisa merangkai mimpi
Berteriak histeris pada khayalan
Merasakan sakit, Menahan luka yang menggorogoti
Dia hanya mengadu pada kertas , Menangis
pada suasana
Bercengkrama dengan angin, Berpacaran
dengan waktu
Dia hanya makan malam dengan
kebingungan
Diam!!!
Simaklah !!!
Katanya cacat dilarang sekolah? dilarang
sakit? Lalu apa lagi?
Bagaikan petir yang menyambar, Bagaikan
burung yang patah sayapnya
Hilang semangat, hancur pula mimpinya
Dia rapuh, kasihan si cacat
Hantaman angin merasuk jiwa, Terpanya
membuat ia jatuh
Dimana peran para pejabat negeri? Masihkah
kau memperdebatkan uang itu?
Dimana belas kasih para konglomerat?
Apa kalian bangga dengan kesempurnaan?
Apa kalian tak punya hati melihat si
cacat?
Alangkah lucunya negeri ini!!!

Komentar
Posting Komentar