Losari Dan 1001 Karakternya
jum'at, 1 juni 2012
setelah lelah bergulat dengan soal-soal BE (Biology Event) kami memilih menghabiskan waktu di pinggiran pantai yang
orang-orang lebih mengenalnya dengan LOSARI. tepat pukul 7 malam, yahh ini
bukan kali pertamaku datang ke LOSARI tapi kali ini ada yang berbeda, sudah
banyak perombakan.
menikmati hentaman angin malam, dan samar-samar suara pengamen yang tidak kusadari ternyata berdiri disampingku. lapar, dan ku memilih untuk beranjak mencari makan di sekitar pinggiran jalan losari, tiba-tiba pengamen tadi menghampiri, mengomel tak jelas dengan bahasa makassarnya yang begitu kental, dia begitu memaksa meminta uang, yaa Tuhan aku mulai panik. pertanyaanku "disini memag setiap orang dipaksa untuk membayar pengamen yahh?" dia terus memaksa.
seorang anak kecil membawa karung terus mengikutiku dengan berjoget entah apa yang sedang dia lakukan, mencari perhatian atau memag dia mengamen dengan cara itu.
yang tak habis kupikir, seorang anak yang mengemis, awalnya dia meminta uang, temanku sudah memberi dia selembar kertas uang pedang, kemudian dia meminta lagi kepadaku, ku elus kantong baju sekolah yang masih ku kenakan ternyata ada uang recehan 500 rupe. aku memberinya tapi dia menolak, dan menjawab dengan polos "nda' mau jka' kalau uang 500 kak mauka' uang 1000" aneh saja menurutku seorang pengemis menentukan harga. haha dia beranjak dan merampas sebotol air Aqua yang belum sempat ku minum dari tanganku.
sungguh banyak karakter yang diciptakan tuhan, maha karya tuhan yang semua manusia diberikan perbedaan. aku punya niat kembali dan mencoba menjadi teman mereka agar aku bisa mengambil sebuah pelajaran dari mereka. yahhh, LOSARI dan 1001 karakternya yang begitu unik :)
menikmati hentaman angin malam, dan samar-samar suara pengamen yang tidak kusadari ternyata berdiri disampingku. lapar, dan ku memilih untuk beranjak mencari makan di sekitar pinggiran jalan losari, tiba-tiba pengamen tadi menghampiri, mengomel tak jelas dengan bahasa makassarnya yang begitu kental, dia begitu memaksa meminta uang, yaa Tuhan aku mulai panik. pertanyaanku "disini memag setiap orang dipaksa untuk membayar pengamen yahh?" dia terus memaksa.
seorang anak kecil membawa karung terus mengikutiku dengan berjoget entah apa yang sedang dia lakukan, mencari perhatian atau memag dia mengamen dengan cara itu.
yang tak habis kupikir, seorang anak yang mengemis, awalnya dia meminta uang, temanku sudah memberi dia selembar kertas uang pedang, kemudian dia meminta lagi kepadaku, ku elus kantong baju sekolah yang masih ku kenakan ternyata ada uang recehan 500 rupe. aku memberinya tapi dia menolak, dan menjawab dengan polos "nda' mau jka' kalau uang 500 kak mauka' uang 1000" aneh saja menurutku seorang pengemis menentukan harga. haha dia beranjak dan merampas sebotol air Aqua yang belum sempat ku minum dari tanganku.
sungguh banyak karakter yang diciptakan tuhan, maha karya tuhan yang semua manusia diberikan perbedaan. aku punya niat kembali dan mencoba menjadi teman mereka agar aku bisa mengambil sebuah pelajaran dari mereka. yahhh, LOSARI dan 1001 karakternya yang begitu unik :)
Komentar
Posting Komentar