Rindu

Entah mengapa, rasa-rasanya rindu selalu berhasil memaksaku menjadi pujangga. Puisi-puisi rindu tergores diatas buku usang berwarna kelabu.

Puisi tak bertuan dan tak bertujuan......

Rindu hatiku berteduh dalam gelisah
Menatap hujan yang turun bersama kenangan tentangmu
Deru pilu berhembus tak mampu padam
Hampa, Aku merindukanmu

Rindu hatiku berteduh dalam gelisah
Menatap hujan yang turun bersama cerita tentangmu
Dirimu telah menjauh dari sudut hati ini
Hampa, Aku merindukanmu

Bodohkah aku?
Memuja rindu tak bertepi, merusuh malam gelap berselang ilusi
Wajahmu, senyummu, hanya terlukiskan dalam imajinasi
Mencari-carimu dalam rinai hujan
Berharap datang menghampiriku
Sayang, hanya utopia dongeng pelipur lara

Hampaaaa, Aku merindukanmu

-kiki-

Komentar

Postingan Populer